Nasional

PDIP Dukung Satgas Covid-19 Tracing Semua yang Hadir di Acara Habib Rizieq

Kerumunan massa di kediaman Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Puluhan peserta acara yang diadakan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) di Petamburan, Jakarta Pusat ditemukan terkonfirmasi positif COVID-19.

Untuk itu, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo mendukung Satgas COVID-19 untuk melalukan testing dan tracing kepada seluruh peserta yang terlibat, tanpa terkecuali. 

"Menyikapi informasi yang dirilis Ketua Satgas dan BNPB terkait adanya tracing para peserta acara HRS tentu prihatin saudara kita ada yang terpapar COVID-19, saya apresiasi Satgas Pusat segera sigap mengkoordinasikan dengan satgas di daerah untuk melakukan inisiatif tracing terhadap para peserta di acara itu, kalau tidak segera di-tracing bisa jadi ledakan dahsyat saudara kita yang kena COVID-19 di Jabodetabek," ujar Rahmad, Minggu (22/11/2020).

Menurut Politikus PDIP ini, tentu apa yang terjadi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar tidak meremehkan pandemi COVID-19 dan mengabaikan penerapan protokol kesehatan COVID-19.

"Ini menjadi pelajaran mahal buat kepada siapa pun yang meremehkan dan abai terhadap protokol kesehatan dengan tetap mengadakan kegiatan yang berkerumunan masa, kita lihat yang dites cuman berapa tapi yang positif sangat signifikan," jelasnya.

Karena itu, Rahmad mengimbau bagi siapa saja yang ikut acara yang diselenggarakan oleh Habib Rizieq di beberapa kesempatan dan lokasi untuk segera memeriksa di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Khususnya bagi yang memiliki gejala agar angka positif COVID-19 bisa ditekan.

"Yang jadi masalah bila banyak yang OTG (orang tanpa gejala), sehingga sulit terdeteksi dan menulari keluarganya dan lingkunganya," imbuhnya.

"Untuk itu kepada siapapun yang abis acara apapun yang ada kerumunan seperti kemarin untuk lebih waspada dan hati hati di keluarganya jangan sampai menjadi klaster acara kerumunan dan berujung jadi klaster keluarga maupun lingkungan sekitar," tegas Rahmad.

Lebih dari itu, Rahmad menambahkan penerapan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat adalah cara terbaik memerangi pandemi COVID-19. "Dari ditemukanya klaster ini membutktikan bahwa COVID-19 masih sangat berbahaya buat siapapun, hanya satu cara yang efektif perang lawan COVID-19 ikutin protokol kesehatan dengan wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan)," pungkasnya.


Tags Corona

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]