Parlemen

Proyek IPAL Tak Selesai, Pemerintah Jangan Anggap Sepele

Warga tanam batang pisang di badan Jalan Nenas, Kecamatan Sukajadi, Menurut warga, lobang bekas galian di sana sudah 5 bulan tidak ditutup dan sudah memakan korban.(HR/Andika)

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru hingga hari ini belum juga tuntas. Padahal, kontrak perusahaan habis padaa akhir 2020 ini.

Terkait hal itu, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ali Suseno meminta pemerintah tak anggap sepele proyek IPAL yang tak selesai. Selain pembangunannya menggunakan dana APBN, proyek tak rampung akan membahayakan masyarakat sekitarnya.

"Saya dapat kabar ada yang bocor. Makanya kita sudah hiring sama PUPR kemarin, minta mereka panggil perusahaan yang pegang tender ini. Sebab masukan-masukan dari kita sepertinya tidak didengar," ujar Suseno, Rabu (18/11/2020).

"Dan kalau membayahakan masyarakat, kita minta pemerintah rekomendasi dan sampaikan ke pihak-pihak berkompeten. Jangan disepelekan. Nanti sudah terjadi hal-hal berbahaya, penyesalan tidak ada gunanya," tambahnya.

Suseno juga mengatakan pihaknya akan turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan bagian mana saja yang belum diselesaikan dan membahayakan masyarakat.

"Kita akan turun dan lihat di lapangan bagaimana. Kita juga minta perusahaan lihat aspek lingkungan dan keselamatan. Jangan asal kejar target saja. Jangan masyarakat sampai dirugikan gara-gara IPAL ini," ucapnya.

Diketahui, banyak bekas-bekas galiam IPAL di Kecamatan Sukajadi Pekanbaru yang belum diaspal ulang. Hal ini dinilai membahayakan pengguna jalan.

 

Reporter: M Ihsan Yurin



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]