Ekonomi

Bisnis Bunga Hias Berbuah Manis di Tengah Pandemi

Duma Simbolon, Wanita asal Dumai yang sehari-hari mengelola usaha kolam renang ini mengaku sengaja ke Pekanbaru untuk berjualan bunga demi meningkatkan pendapatan keluarga. (RMID/Ihsan Yurin)

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Kebijakan pembatasan sosial selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat jengah. Terus di dalam rumah, membuat orang mencari kesibukan agar tak bosan dan jenuh, seperti berolahraga, bereksperiman membuat berbagai makanan, membuat konten kreatif untuk dibagikan ke media sosial, membaca buku, mendengarkan musik, hingga menanam bunga.

Kebijakan work from home (WFH) yang diberlakukan di perkantoran dimanfaatkan sebagian orang untuk menanam beragam jenis bunga hias. Tidak hanya wanita, khususnya ibu-ibu, tapi kini kaum pria pun banyak yang menjadikan bunga sebagai hobi baru untuk mengisi waktu.

Wira, salah satu karyawan Kimia Farma Pekanbaru mengaku sangat suka dengan tanaman hias jenis kaktus. Ia memilih kaktus sebab bentuknya simpel dan perawatannya yang idak ribet. Sejak Januari 2020 lalu, ia sudah menghabiskan dua juta lebih untuk hobi barunya ini."Sudah habis dua juta lebih. Hobi kaktus ya baru Januari kemarin. Gara-gara corona terus semuanya di rumahin. Makanya nyari kesibukan. Sekarang kaktus udah banyak banget di rumah. Ini ke sini ya mau cari jenis yang belum ada di rumah," ujar Wira kepada Riaumandiri.id, Minggu (18/10/2020).

Kegiatan menanam bunga yang belakangan booming juga menjadi peluang bisnis baru di tengah kondisi ekonomi yang lesu akibat pandemi. Banyak penjual bunga dan pot dadakan muncul. Salah satunya, Duma Simbolon.

Wanita asal Dumai yang sehari-hari mengelola usaha kolam renang ini mengaku sengaja ke Pekanbaru untuk berjualan bunga demi meningkatkan pendapatan keluarga. Sebab, usaha kolam renangnya sangat sepi akibat masyarakat yang dilarang berkumpul.

"Dari Dumai ke Pekanbaru. Kolam renang masih ada, tapi sepi sekali. Makanya mumpung lagi booming, ya kita manfaatkan jualan bunga. Mana yang terbaik aja," jelasnya.

Duma mengaku sudah hobi menanam bunga sejak dulu. Di rumahnya, ia punya berbagai jenis tanaman hias yang menjadi induk dari bunga-bunga yang dijualnya sekarang. Dalam sehari, omzet penjualannnya bisa mencapai Rp2 juta.

"Kita dari dulu sudah hobi. Di rumah di Dumai ada banyak sekali jenis. Dulu enggak mau dipecah-pecah. Sekarang mau karena mau dijual. Ini semua bibitnya dari bunga saya. Cuma yang kecil-kecil paling yang beli," tambahnya.

Saat ini, bunga yang paling sering dicari adalah jenis monstera adansonii dan monstera obliqua atau  janda bolong. Tanaman hias tropis asal Amerika ini termasuk ke dalam keluarga tumbuhan araceae atau talas-talasan.

Keunikan jenis tanaman hias janda bolong, memiliki daun bolong dan warna yang tampak mewah. Daunnya yang mengkilap diyakini sebagian orang mendatangkan atmosfer kesejukan hutan tropis ke dalam ruangan.

Janda bolong termasuk tanaman hias yang mudah dirawat. Bahkan, tanaman ini cukup toleran terhadap kondisi ruangan yang minim cahaya alami.

Selain itu, aglaonema big mama dan monstera ekor naga juga banyak diburu masyarakat. Konon, jenis tanaman hias ini dapat mengobati berbagai macam penyakit, khususnya kanker.

"Ini lagi banyak juga dicari. Monstera ekor naga. Bisa untuk obat kanker," papar Duma.

Dari Senin hingga Kamis, Duma biasanya menjajakan bunga di Jalan Kaharuddin Nasution, di dekat Kantor Camat Bukit Raya mulai dari pagi sampai petang. Sedangkan akhir pekan, Duma akan berkeliling ke daerah-daerah lain, seperti Siak dan Sei Pakning, mengejar hari pasar di daerah tersebut.

Noverdi Saputra, pemilik Pondok Kaktus Pekanbaru.

Selain Duma, pemilik Pondok Kaktus Pekanbaru, Noverdi Saputra juga mengaku sejak pandemi melanda kebunnya kebanjiran order. Ada kenaikan omset hingga 50 persen. Kini, jutaan rupiah bisa diraupnya dalam sehari.

"Saya sudah jualan sejak sebelum Covid-19. Tapi memang Covid-19 bikin omset naik sampai 50 persen. Biasanya ratusan ribu, sekarang per hari bisa jutaan," ungkap Noverdi kepada Riaumandiri.id.

Kebun Pondok Kaktus Pekanbaru milik Noverdi berada di Jalan Srikandi, Perumahan Widya Graha III Blok R nomor 16. Namun, setiap sore ia berjualan di Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya sebelum simpang Jalan Srikandi.

Awalnya, Noverdi hanya menjual berbagai jenis kaktus mulai dari kaktus kecil, besar, dan kaktus asal  luar negeri. Namun, karena permintaan konsumen kian beragam, kini Noverdi juga menjual jenis bunga lain seperti aglaonema, lidah mertua, dan talas-talasan. Harga buanga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari Rp5 ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

"Sebenarnya kita khusus kaktus. Namanya juga pondok kaktus. Cuma karena konsumen nanya-nanya yang lain, ya kita akhirnya jual yang lain juga. Tapi yang kaktus, ini semua hasil dari pembibitan kita sendiri di kebun," jelasnya.

Dilansir dari Halodoc.com, hobi bercocok tanam selain bermanfaat untuk lingkungan, juga baik untuk kesehatan mental, seperti mengurangi gejala stress dan depresi, meningkatkan kemampuan otak, membuat diri lebiu kreatif dan produktif, menurunkan risiko penyakit tua (demensia), dan lain sebagainya.

 

Reporter: M Ihsan Yurin


Tags Ekonomi

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]