Riau

Kasus Positif Covid-19 di Riau Capai 11.096

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Riau, setiap harinya terjadi kenaikan dan penurunan kasus. Dan untuk hari Jumat (16/10) naik sebanyak 281  kasus, sehari sebelum Kamis (15/10), penambahan sebanyak 181 kasus positif. 

Total terkonfirmasi positif di Riau sudah mencapai 11.096 kasus. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah sebanyak 102 orang, total 6.705.

Dari total paisen yang terkonfirmasi 11.096 kasus, yang isolasi mandiri sebanyak 2.996 orang, rawat di rumah 1.119 orang, sembuh 6.730 orang dan 251 meninggal dunia, setelah bertambah 2 orang yang meninggal dunia. Sedangkan untuk suspek yang isolasi mandiri berjumlah 8.370 orang, isolasi di RS berjumlah 278 orang. Dan selesai isolasi berjumlah 31.106 orang, meninggal berjumlah 126 orang. Total suspek berjumlah 39.880 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan turun naiknya penyebaran covid-19 di Riau ini, karena banyaknya kontak erat pasien positif sebelumnya. Dan hasil dari swab yang kontak erat sampai 40 persen. Termasuk orang yang awalnya suspek, setelah dilakukan swab hasilnya positif.

“Ya, selama ada kontak erat pasien positif sebelumnya, hasilnya akan terus bertambah. Memang terjadi penurunan dan naik, terutama kontak erat itu mencapai 40 persen. Ditambah lagi orang yang suspek juga, banyaknya yang positif,” kata Mimi Yuliani Nazir.

Sementara itu, untuk yang melakukan swab mandiri, baik itu dari perusahaan dan perkantoran atau instansi lainnya, yang terkonfirmasi positif angkanya mencapai 30 persen. Dan swab mandiri ini juga dari kontak erat pasien yang positif sebelumnya, baik yang dari otang tanpa gejala (OTG) maupun yang bergejala.

“Yang swab mandiri mencapai 30 persen, dan itu dilakukan oleh pribadi, dan perusahaan. Selain itu yang melakukan isolasi mandiri, juga belum efektif dilakukan oleh pemerintah Kota, dan daerah lainnya,” kata Mimi.

Disinggung mengenai masih lemahnya penanganan Covid-19 di Kota Pekanbaru, yang sampai saat ini masih terbanyak penyebaran Covid-19, bahkan mendapat kritikan dari pemerintah pusat, Pembatasan Sosial Berskala  Mikro (PSBM) tidak berjalan. Menurut Mimi karena pengawasan dari Pemko sendiri tidam berjalan efektif. Pelaksanaan dilapangan juga tidak begitu berjalan dengan baik, terutama pembiaran terhadap pasien isolasi mandiri dirumah yang tidak diawasi.

“Kalau protokol kesehatannya tidak dilakukan pengawasan, tidak ada pelaksanaan dilapangan yah tidak efektif juga. Dan dari laporannya, isolasi mandirinya kan tidak ada pengawasan, karena itulah diperlukan ketegasan dari Pemko, untuk menempatkan pasien yang OTG positid di isolasi di tempat yang telah disiapkan pemerintah,” kata Mimi.

“Dari laporan Pemko, mengenai evaluasi penanganan Covid-19, karena isolasi dirumah masih banyak, kenapa isolasi mandiri masih banyak, karena belum ada aturan yang mengharuskan yang OTG harus diisolasi di tempat Pemerintah. Maka diperlukan Perwako, dan teman-teman di Puskesmas merasa bekerja secara sendiri, harus ada yang membantu oleh Camat, oleh kelurahan dan lainnya.
Sebagusnya ditempatnua yang disiapkan pemerintah, kan belum maksimal sesuai protokol kesehatan,” tambah Mimi. 

Reporter: Nurmadi


Tags Corona

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]