Ekonomi

Tingkatkan Kewaspadaan, Pertamina Gelar Pelatihan Safetyman SPBU

Pertamina Gelar Pelatihan Safetyman SPBU

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Pembentukan budaya sadar keselamatan di SPBU, tak lelah terus digaungkan Pertamina. Saban tahun, beragam kegiatan dan program digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan.

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mencatat dari insiden kebakaran di SPBU pada 2020, sejumlah 77 persen disebabkan kelalaian konsumen. Terutama pengisian BBM melalui jerigen, tangki kendaraan yang dimodifikasi dan ulah pelangsir.

Contohnya kebakaran yang terjadi di SPBU 16.293.108 Tembilahan Kabupaten Indragiri Hulu, Riau pada 22 Agustus 2020. Api menghanguskan kendaraan, kanopi dan dispenser SPBU, mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah. Ditengarai karena muncul percikan dari motor yang menyala, sehingga memantik kebakaran. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Untuk itu, kami kembali mengadakan pelatihan bagi Safetyman SPBU seluruh Provinsi Riau. Pelatihan semacam ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya mengingatkan kembali dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan manajer dan pengawas SPBU dalam aspek kesehatan dan keselamatan kerja," ujar Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I, M. Roby Hervindo.

Beradaptasi dengan kebiasaan baru, pelatihan dilaksanakan secara daring. Tercatat 94 manajer dan pengawas SPBU mengikuti pelatihan dua hari pada 21 hingga 22 September lalu.

Selama pelatihan para peserta dipandu oleh narasumber Aditya Maulana dan Angga Abdi Satria dari Fungsi Health, Safety, Security and Environment (HSSE) MOR I. Materi pelatihan diantaranya mengenai keselamatan aspek dan konstruksi SPBU, keselamatan operasi penerimaan, penimbunan dan penyaluran di SPBU, pemeliharaan dan pembenahan SPBU, area terbatas, detektor gas dan landasan serta peralatan perlindungan pribadi.

Heriawan, Manager SPBU di Kampar yang menjadi peserta pelatihan mengungkapkan pelatihan ini sekaligus menjadi evaluasi SPBU.  

“Banyak pengetahuan dan ilmu yang didapat dalam pelatihan ini. Sehingga dapat dijadikan sebagai bahan atau evaluasi kami dalam mempraktekan rutinitas standar prosedur operasi di SPBU. Guna meminimalisir insiden yang dapat terjadi," ujar Heriawan.

Pertamina juga terus mengedukasi konsumen mengenai aturan dalam pengisian BBM di SPBU. Diantaranya mematikan mesin kendaraan sebelum pengisian BBM, tidak menggunakan telepon seluler, dilarang merokok atau menyalakan api, dilarang memotret. Konsumen juga tidak diperbolehkan memperbaiki kendaraan dan membuka kap mesin kendaraan di areal SPBU, serta menghindari menggoyang kendaraan saat mengisi BBM.

“Setelah pelatihan ini diharapkan para manager dan pengawas SPBU meningkatkan peran dan tanggung jawabnya. Terutama dalam menginisiasi sekaligus mengawasi kepatuhan standar maupun best practise aspek keselamatan SPBU. Jika sudah menjadi budaya, maka setiap tindakan yang dilakukan akan terus mengedepankan aspek keselamatan," pungkas Roby. (*)


Tags Pertamina

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]