Riau

Tumpang Sari Tanam Jagung di HTI, Bagian dari Program Ketahanan Pangan

Kegiatan Tumpang Sari Tanam Perdana Jagung di kawasan HTI, program ketahanan pangan Forkopimda Riau bekerjasama dengan PT Arara Abadi-Sinar Mas Forestry dan Kelompok Tani Hutan Sendang Berkah Aryastya serta Kodim 0313/KPR.

RIAUMANDIRI.ID, KAMPAR - Kegiatan Tumpang Sari Tanam Perdana Jagung di Kawasan Hutan Tanaman Idustri (HTI) merupakan program ketahanan pangan Forkopimda Riau yang bekerjasama dengan PT Arara Abadi-Sinar Mas Forestry, KTH (Kelompok Tani Hutan) Sendang Berkah Aryastya dan Kodim 0313/KPR di wilayah Kampar. Program ini memanfaatkan sekitar 25 hektare lahan konsesi HTI PT Arara Abadi dengan sistem tumpang sari.

Kegiatan yang bertempat di areal konsesi PT Arara Abadi di Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar ini, berlansung, Rabu (16/9/2020).

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Riau (Gubri) H. Syamsuar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)) Riau, di antaranya Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031/WB Brigjen TNI Syech Ismed. 

Selain itu juga hadir Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau, Mamun Murrod, Kadis Pertanian Riau, Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, Direktur Arara Abadi Edi Haris dan Direktur Indah Kiat, Hasanuddin The.

Gubri dan jajaran Forkopimda serta rombongan ikut langsung melakukan penanaman perdana tumpang sari tanaman jagung.

Gubri dalam sambutannya menyambut baik ikhtiar, mulai dari Pemda Kampar, perusahaan Arara Abadi dan juga dari kelompok tani yang telah menjalin kerja sama yang baik untuk pemanfaatan lahan yang ada dalam konsesi PT Arara Abadi.

"Ini kita harapkan akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain, termasuk juga dengan perusahaan-perusahaan yang lain. Jadi contoh ini kita sampaikan ke kepala Dinas LHK. Jika program ini berhasil, mudah-mudahan bisa bertambah lagi, karena bagaimanapun ini bagian untuk membantu masyarakat kita, untuk meningkatkan kesejahteraannya, sekaligus juga di masa pandemi ini pemerintah berupaya meningkatkan ketahanan pangan," jelas Gubri.

Lebih lanjut Gubri mengatakan, berdasarkan pernyataan FAO (Food and Agriculture Organization) di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengurus pangan dunia, sekarang ini dunia sudah mulai dilanda kekurangan pangan. 

"Bahkan ada sekarang ini bisnis-bisnis orang di berbagai negara yang kebetulan ada berhubungan sama saya mereka sudah mulai menawarkan pertukaran pangan,” ujar Syamsuar.

“Apalagi Bapak Presiden kita (Joko Widodo) telah mengimbau, agar kita hati-hati dengan ketahanan pangan kita. Riau ini bukan penghasil pangan, bukan penghasil padi, bukan penghasil jagung, tapi penghasil sawit, iya. Tapi kalau tidak ada beras, kita mau makan apa? Sawit tidak bisa diubah-ubah menjadi beras, kalau sagu bisa, jagung bisa. Tidak ada beras, jagung kita makan, kenyang, ubi kita makan kenyang, sagu kita makan, kenyang, tapi kalau sawit, saya belum dapat lagi, suatu ilmuwan yang bisa menemukan sawit ini bisa menjadi sumber pangan kita, belum ada. Tentunya saat ini bagaimana kita meningkatkan ketahanan pangan kita. Saya sangat berharap dukungan bapak-bapak/ibu-ibu, dengan kepercayaan dari PT Arara Abadi ini mari dijaga,” papar Syamsuar.

Sementara itu Danrem 031/WB Brigjen TNI M Syech Ismed sangat menyambut baik kegiatan tanama perdana tersebut.

”Selaku Komandan Korem saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi lahan pertanian jagung seluas 25 hektare dan ini perdana dilakukan di Desa Mukhti Sari/Bencah Lubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Saya sudah menyampaikan kepada klelompok tani, penanaman ini bisa dilakukan 3x dalam satu tahun. Jika lebih dari 3 kali nantinya tanaman jagung bisa tidak produktif lagi, karena tanaman akasia akan semangkin tinggi, dan tanaman jagung tidak subur. Kegiatan ketahanan pangan ini, dengan sistem tumpang sari, artinya jagung yang menumpang kepada tanaman akasia dan bukan akasia yang menumpang pada tanaman jagung," terang Danrem.

Dikatakan Danrem, konsep yang dikerjakan tentang ketahanan pangan yang dilakukan ini, sangat tepat. Hal ini sangat dibutuhkan terutama di saat ini, bangsa kita dan bahkan dunia, termasuk khususnya masyarakat Kampar sedang terpapar Covid-19.

"Perlu diketahui, selama ini tumpang sari di HTI belum pernah dilakukan. Namun difasilitasi oleh Dinas LHK dan Kodim 0313/KPR serta Polres Kampar, akhirnya PT Arara Abadi bersedia lahannya untuk digunakan sebagai tumpang sari," katanya.

"Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan PT Arara Abadi, DLHK, Kodim 0313, Polres Kampar, Dinas Pertanian atas keberhasilan mengelola lahan ini menjadi lahan pertanian, dan juga apresiasi KTH Sebar yang merupakan binaan Kodim 0313/KPR,” ucap Brigjen M Syech Ismed.

Di tempat yang sama, Direktur PT Arara Abadi Edi Haris menjelaskan, pengelolaan lahan yang diberikan seluas 25 hektare untuk Kelompok Tani Hutan Sendang Berkah Aryastya, sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan perusahaan terhadap pemerintah dalam hal ketahanan pangan.

Tidak hanya itu, 25 hektare lahan yang dikelola kelompok petani sangat mungkin diperluas lagi, jika program tanaman jagung ini berhasil.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab dan mendukung program dalam hal ketahanan pangan. Kita berharap ini uji cobanya. Jika 25 hektare ini berhasil, tidak tertutup kemungkinan kita luaskan lagi program ini. Sehingga masyarakat dapat merasakannya. Mudah-mudahan program ketahanan pangan ini diridoi Allah," papar Edi Haris.

Selain itu, Edi Haris juga mengatakan PT Arara Abadi akan mensuport kegiatan Kelompok Tani Hutan Sendang Berkah Aryastya dengan memberikan dukungan dalam hal pencegahan karhutla. (*)


Tags Kampar

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]