Nasional

Haluan Menjawab Tantangan Disrupsi Media Era Digital

Brian Putra Bastara

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Disrupsi digital adalah tantangan besar buat jurnalisme di Indonesia. Berita hoaks, palsu, disinformasi dan lainnya yang menyebar di jagad maya lewat media sosial dan aplikasi pengirim pesan tanpa ada saringan. 

Kondisi ini bukan cuma membuat masyarakat bingung tapi juga memperkeruh ruang publik sehingga mudah terjadi provokasi. Apalagi pada masa pandemi Covid-19, di mana informasi yang benar dan tepat adalah sesuatu yang penting untuk masyarakat.

Laporan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyebutkan sepanjang Januari - Maret 2020 sedikit ada 201 hoaks terkait Covid-19 yang tersebar di berbagai kanal media sosial dan aplikasi pengirim pesan. Sebanyak 85 informasi adalah konten menyesatkan (misleading), 38 konten palsu (fabricated content), 32 konten koneksi salah (false connection), 38 konten salah (false content) dan 7 konten yang dimanipulasi (manipulated content).

Untuk menangkal hoaks itu pada 2017 media di Indonesia mulai melakukan cek fakta. Cek fakta ini menjadi strategi ampuh untuk melawan hoaks yang menyebar. Namun bukan berarti masalah selesai, sebab faktanya masih saja terus muncul disinformasi.

Hal ini membuat media kembali mengatur siasat untuk melawan tersebut. Salah satu satunya yang dilakukan oleh Haluan.co, sebuah media online yang berangkat dari koran lokal tertua di Sumatera Barat. Sebagai media pendatang baru di kancah nasional, Haluan menawarkan format berita pointer dan memiliki konteks untuk mencegah disinformasi terjadi.

“Kalau kita membaca media sosial banyak sekali pemberitaan yang dipelintir sehingga informasi menjadi bias, Haluan menawarkan pendekatan baru dengan membuat berita pointer dengan konteks sehingga tidak menyesatkan,” kata Brian Putra Bastara, CEO Haluan.co.

Selain itu untuk memerangi misleading, Haluan menerapkan explanatory journalism sebagai kiblat. Di Indonesia genre ini belum banyak digunakan oleh media arus utama yang sebagian masih terjebak pada kecepatan yang sering kali menumpulkan akurasi.

Explanatory journalism ini diwujudkan dalam dua produk berita yakni Haluan Overview dan Haluan Explains. Overview merupakan berita dengan ulasan suatu peristiwa atau fenomena dengan data sekunder disertai infografis. Pokok dari produk ini adalah menjelaskan duduk perkara suatu peristiwa sehingga bisa dipahami secara utuh oleh pembaca.

Sedangkan Haluan Explains menggunakan format video untuk menjelaskan suatu peristiwa dengan memberikan konteks yang tepat. Riset dan pengemasan visual yang apik jadi keunggulan produk ini.

“Di Amerika, Vox mengenalkan genre ini. Sekarang juga banyak media di luar yang berkiblat pada explanatory journalism, dan genre ini juga jadi salah satu kategori dalam Pulitzer award,” ujar Brian.

Langkah Haluan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi baru sekaligus menjawab tantangan di era disrupsi digital. 

“Kami ingin punya sumbangsih dalam menjawab tantangan ini. Tapi kita tidak berhenti di sini saja, kami ingin mengedukasi masyarakat untuk mengerti tentang hak mendapatkan informasi yang berkualitas,” pungkas Brian.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]