Dunia

Begini Cara Virus Corona Menginfeksi Manusia Menurut Ahli

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Wabah virus Corona COVID-19 hingga saat ini masih belum berakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hingga Kamis (23/7/2020), sudah lebih dari 14 juta kasus COVID-19 yang terkonfirmasi.

Meski sudah lebih dari setengah tahun semenjak COVID-19 ditemukan, tampaknya masih ada yang penasaran atau belum paham betul fakta-fakta virus penyebabnya. Pertanyaan bagaimana cara virus Corona menginfeksi manusia misalnya kerap membuat penasaran.

1. Struktur virus
Untuk menjawab hal tersebut kita harus tahu dulu bentuk struktur dari virus Corona. Ahli spektroskopi Dr Tatas Brotosudarmo dari University of Bayreuth, Jerman, menjelaskan bahwa di permukaan virus Corona memiliki reseptor yang bentuknya mirip paku.

Reseptor pada virus ini memiliki kemampuan menempel pada enzim ACE2 yang umumnya ada di permukaan sel tubuh.

"Molekul reseptor inilah yang akan mengikat membran sel sehat. Ini sangat penting karena menentukan bagaimana virus dapat menginfeksi sel sehat tersebut. Apabila berhasil maka virus akan menembus membran sel sehat, masuk dan kemudian membajak sel sehat," papar Tatas pada detikcom beberapa waktu lalu.

Dikutip dari Stat News, virolog Michael Farzan dari Scripps Research Institute mengatakan enzim ACE2 bisa ditemukan di paru-paru, ginjal, jantung, dan dinding saluran pencernaan. Ini menjelaskan kenapa orang yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami gejala yang berbeda-beda mulai dari batuk-batuk hingga diare.

2. Pola penyebaran virus
WHO menyebut penyebaran utama virus Corona umumnya dilakukan oleh orang yang memiliki gejala. Alasannya karena ketika orang yang sakit batuk-batuk maka partikel percikan liurnya dapat mengandung virus.

Saat percikan liur itu langsung terhirup atau jatuh ke permukaan lalu tidak sengaja disentuh oleh tangan yang kemudian menyentuh wajah, maka virus Corona bisa menginfeksi orang berikutnya. Proses infeksi yang sama kembali terulang.

3. Pengobatan
Hingga saat ini belum ada pengobatan yang menjadi standar untuk menghadapi kasus infeksi virus Corona. Uji klinis obat antiradang dexamethasone dan pengambangan beberapa vaksin masih terus berjalan.

Mengetahui bagaimana cara virus Corona menginfeksi manusia lalu merumuskan tindakan pencegahannya jadi cara yang disebut ahli lebih baik untuk menghadapi wabah.


Tags Kesehatan

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]