Parlemen

Fraksi PAN Tanggapi Pencalonan Yan Prana jadi Komisaris Utama BRK

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Pranan Jaya

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Nama Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Indra Rasyid Jaya digadang-gadang menjadi Komisaris Utama (Komut) Bank Riau Kepri (BRK).

Hal itu diketahui dari surat hasil Pansel BRK Nomor : 40/PANSEL/BRK tahun 2020 tanggal 4 Januari 2020. Dalam surat itu dinyatakan jika Yan Prana lulus seleksi administrasi calon Komut PT Bank Riau Kepri.

Selain dia, ada dua lagi calon Komut BRK yang lulus seleksi administrasi itu. Mereka adalah Kepala Biro (Karo) Pembangunan Sekretariat Daerah Provide (Setdaprov) Riau, Indra, dan Karo Umum, Ariadi.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Provinsi Riau, Zulfi Mursal angkat bicara. Dalam kapasitas sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, dia berharap agar pejabat yang terpilih nantinya, mengerti dengan konsep syariah yang akan dianut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau itu.

“Kalau mereka tak mengerti, hanya mengaitkan dengan bisnis saja, apa bedanya dengan konvensional,” sebut Zulfi Mursal, Kamis (16/1) seperti dilansir haluanriau.co --jaringan Haluan Media Group-- .

Dia berharap, dalam penetapan figur yang lolos seleksi, tidak berlandaskan faktor kepentingan tertentu. Begitu juga dengan penetapan Komut BRK terpilih nantinya.

“Mudah-mudahan ini tidak semuanya kepentingan. Kalau ini dijadikan kepentingan pribadi atau kelompok, tunggu lah kehancurannya,” ingat Legislator asal Kabupaten Siak itu.

“Kita berharap, ini betul-betul membuat kinerja yang lebih bagus daripada yang kemarin. Karena yang kita nilai itu, bagaimana modal yang kita masukkan ke BRK, agar ada benefit yang didapatkan. Ujung-ujungnya dapat dinikmati oleh masyarakat,” sambungnya.

Tiga nama yang lolos seleksi administrasi itu, diketahui akan menjalani proses selanjutnya. Sangat dimungkinkan, Yan Prana akan terpilih, menyingkirkan dua ‘anak buahnya’ di Setdaprov Riau itu.

Saat disinggung hal ini, Zulfi Mursal menyarankan agar Yan Prana menyerahkan jabatan Komut BRK itu kepada figur yang lain. Menurut dia, Yan Prana harus fokus dalam menjalankan tugas selaku Sekdaprov Riau.

“Alangkah lebih cocoknya ini (jabatan Komut BRK,red) diserahkan kepada yang lain. Karena sekretaris daerah ini kan punya tugas yang banyak. Dia mengepalai birokrat yang ada,” imbuh dia.

“Kalau gubernur wakil gubernur itu kan jabatan politis. Sekda itu kan jabatan birokrat yang tertinggi di provinsi. Tentu tugas-tugas beliau banyak. Kalau bisa kita menyarankan, serahkanlah (jabatan Komut BRK) kepada yang lain. Jangan lah diambil semua,” pungkas Zulfi Mursal.

Sebelumnya, nama Yan Prana dalam beberapa hari terakhir selalu menghiasi isi pemberitaan media massa, baik lokal maupun nasional. Pasalnya, sejumlah kerabat mantan Kepala Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soal itu, dilantik menjadi pejabat di lingkungan Pemprov Riau.

Yaitu, Prasurya Darma, kakak kandung Yan Prana Jaya yang dilantik sebagai Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Riau. Sebelumnya ia merupakan staf di Bagian Kerjasama Biro Humas Protokol dan Kerjasama Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau.

Lalu, Dedi Herman, adik Yan Prana yang dilantik sebagai Kepala Bidang (Kabid) Ops Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Riau.

Berikutnya, istri Yan Prana Jaya yang bernama Fariza. Dia dilantik sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM Riau). Fariza sebelumnya merupakan staf di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau.

Sementara ajudannya yang bernama Rogie juga mendapat jabatan. Dia dilantik sebagai Kasubbag Penggunaan Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Sekda Bagian Administrasi Keuangan dan Umum Setdaprov Riau.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]