Riau

Lantik 37 Penghulu, Bupati Siak: Kedepan Tak Ada Lagi Pendukung dan Bukan Pendukung

Pelantikan 37 Penghulu di Kabupaten Siak

RIAUMANDIRI.ID, SIAK - Bupati Siak Alfedri melantik 37 Penghulu Kampung Periode 2019-2025, Jumat (27/12/2019) di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II Kecamatan Mempura. Mereka adalah penghulu terpilih melalui proses Pemilihan Penghulu Kampung Serentak yang berlangsung 20 November 2019 lalu.

Dengan demikian, pada hari ini telah berakhir tahapan pemilihan penghulu serentak tahun 2019, yaitu tahapan pelantikan penghulu terpilih.

Perjalanan dari tahapan pemilihan penghulu serentak 6 bulan yang lalu dari tahapan penjaringan pendaftaran bakal calon penghulu diikuti 176 orang bakal calon, kemudian dilanjut proses tahapan penyaringan/tes seleksi, ditetapkan sebagai calon penghulu berjumlah 163 orang.

Kemudian dari 163 orang calon penghulu, pada tanggal 20 November 2019 dilaksanakan tahapan pemungutan suara secara serentak pada  45 kampung di 11 kecamatan.

"Kami infomasikan bahwa pada hari ini dilantik hanya 37 Penghulu, sedangkan 8 Penghulu yang lainnya akan dilantik kemudian setelah berakhirnya masa jabatan penghulu terdahulu. Dapat kami sampaikan juga yang sangat membagakan pada pemilihan Penghulu serentak tahun 2019 ini dari 45 Penghulu terpilih, 2 di antaranya adalah dari perempuan yaitu Penghulu Dusun Pusaka Kecamatan Pusako dan Penghulu Bukit Harapan Kecamatan Kerinci Kanan. Kedua ini dahulunya bekerja bertugas menjadi perangkat Kampung," kata Alfrdri.

Delapan Penghulu yang belum dilantik yakni, Kampung Merempan Hulu Kecamatan Siak, Kampung Buantan II Kecamatan Koto Gasib, Kampung Teluk Mesjid, Kampung Harapan, Kampung Parit I/II, Kampung Sungai Rawa dan Kampung Mengkapan Kecamatan Sungai Apit,

Alfedri berharap kepada Penghulu yang baru saja dilantik agar selalu menjaga kepercayaan masyarakat dengan sebaik-baiknya dan menjalankan amanah serta bekerja sepenuh hati dan iklas dalam memimpin dan melayani masyarakat di kampung dengan sebaik mungkin, karena amanah ini tidak hanya akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, melainkan juga kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.

"Amanah ini bisa menjadi beban jika Bapak/Ibu Penghulu mengembannya dengan terpaksa, dan merupakan ibadah jika Bapak/Ibu menjalankan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Jika mengingat perjuangan usaha diringi doa yang telah Bapak/Ibu Penghulu dan orang-orang terdekat lakukan untuk sampai saat sekarang ini. Saya yakin ikhlas menerima amanah ini dan semoga menjadi ladang untuk berbuat amal dan ibadah bagi Bapak/Ibu Penghulu sekalian, Amin YRA," ungkap Alfedri.

Ditambahkan Bupati, kedapan tidak ada lagi pendukung dan bukan pendukung, melainkan semua warga masyarakat kampung sudah menjadi tanggung jawab Penghulu yang untuk melayani dengan baik. Lupakan perbedaan yang barang kali muncul selama proses tahapan pemilihan penghulu di tahun 2019 ini, dan mulai merajut kembali persaudaraan untuk masa depan yang cemerlang dan gemilang.

Lebih lanjut Alfedri, berkerjasamalah dengan staf perangkat kampung yang telah ada dan tumbuhkan kesadaran serta peran aktif Bapak/Ibu Penghulu, sehingga suasana kerja akan terasa nyaman dan pelaksanaan tugas administrasi kedinasan dan kebijakan kemasyarakatan dapat berjalan sebagaimana diharapkan dalam rangka pelayanan prima. Terima kritik dan saran dari masyarakat yang bersifat membangun serta laksanakan tugas yang telah diamanahkan dengan kemampuan yang maksimal.

Oleh karena itu, dia mengingatkan bahwa penghulu mengemban amanat yang tidak ringan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan kampung. Penghulu harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks serta mampu menempatkan diri di atas semua kepentingan masyarakat kampung demi membangun serta memajukan kampung dan warganya.


Tags Siak

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]