Ekonomi

Smart SUV Masih dalam Pertimbangan

Jakarta (riaumandiri.co)-Tahun lalu, tersiar kabar adanya rencana untuk Smart SUV dan tampaknya rumor tersebut masih terus berhembus. Dikutip dari Auto Express, Mercedes, yang memiliki city car, sebelumnya juga mengungkapkan rencanya untuk meluncurkan kendaraan bergaya SUV mulai 10 tahun lalu, namun proyek tersebut terhenti pada 2005.

"Filosofi kami adalah untuk memberikan kelincahan dan kenyamanan bekemudi di perkotaan. Fitur-fitur tersebut memberikan ruang untuk interpretasi yang berbeda," kata produk manajer Daimler, Katharina Beck, saat peluncuran Smart Brabus.


Tahun lalu, di Shanghai Motor Show, kepala Mercedes-Benz Cars, Dr. Dieter Zetsche mengatakan bahwa produsen mobil asal Jerman itu mengincar kemungkinan ekspansi ke sektor fesyen.


"Tentu ada keterbatasan tertentu untuk ini, konsep teknis ini memungkinkan Anda untuk memiliki kendaraan yang sangat kompleks dalam hal ekspansi jangkauan," kata dia.


Mengingat meningkatnya permintaan dan tren pasar untuk tipe crossover kecil dan SUV, tampaknya langkah logis berikutnya adalah mobil Smart.
Pada 2012, Mercedes memperkenalkan dua model barunya ForTwo dan ForFour dengan mobil berkonsep bulked-up ForStars yang diharapkan dapat terparkir di showroom sebelum akhir dekade ini.


"Saya pikir kita harus berpikir berbeda dari yang lainnya dengan pandangan yang luas," kata Zetsche. "Ada banyak peluang dan kami harus membawanya saat peluang itu datang. Kami selalu menjaga agar mata kami tetap terbuka."


Apapun yang diputuskan, dapat dipastikan bahwa mobil tersebut akan tetap praktis dan mudah dikendarai di perkotaan seperti adanya model ForTwo dan ForFour. Fokusnya tidak akan di ruang kabin atau kapasitas bagasi, melainkan pada fungsi dan kesesuaian untuk lingkungan perkotaan.


Mobil tersebut kemungkinan akan ditawarkan dengan kisaran yang sama dengan mobil dengan tiga silinder turbo dan mesin non-turbo, berdasarkan pada platform rear-drive yang sama. Ada kemungkinan bahwa mobil tersebut juga akan tersedia dalam model mobil listrik, mengingat sifat kota-sentrik.
"Kami mensasar segmen mobil listrik karena tidak yang lebih cocok dibanding mobil listrik dan kota," kata Beck. Dengan semua peraturan yang menjadi lebih dan lebih ketat, ini menjadi kombinasi yang sempurna," tambah dia.


Jika mobil tersebut jadi diproduksi, kemungkinan akan ditawarkan dengan harga 2.000 poundsterling untuk entry-level ForFour atau 14.000 poundsterling untuk model dengan spek yang lebih tinggi seharga dengan Nissan Juke yang populer itu.(kcm/mel)



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]