NILAI RUPIAH JATUH TERHADAP DOLAR AS

Money Changer di Pekanbaru Masih Sepi

Warga antre menukar dolar dan mata uang asing lainnya di Golden Money Changer, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung.

PEKANBARU (HR)-Terus tertekannya nilai rupiah terhadap dolar Amerika dalam sepekan ini, menjadi kesempatan bagi yang memiliki uang dolar AS untuk ditukarkan di money changer.

 Namun kenyataannya di Pekanbaru meski harga dolar AS hingga mencapai Rp14.040 hingga, Senin (24/8), masih sepi warga yang menukarkan dolarnya.

Hal itu seperti yang dituturkan teller vmoney changer PT Gemar Mas Jaya Ulfa yang berada di Jalan Hasim Hasari No 17 Pekanbaru. Dikatakannya, penukaran valuta asing masih normal dan belum ada peningkatan yang signifikan.

Seperti penukaran untuk kurs dolar, selalu terjadi perubahan. Kondisi ini dipicu karena nilai kurs dolar terus berganti yang hingga sekarang masih terus bergejolak dan menembus angka Rp14.090.

"Penukaran kurs tergantung kebutuhan masyarakat. Saat ini penukaran masih biasa saja, sama seperti sebelumnya. Orang sepertinya masih agak gamang, karena nilainya terus bergejolak," ujar Ulfa.

Selain itu, Ulfa juga menuturkan, selain dolar penukaran kurs real Arab lebih banyak. Hal ini karena dipicu dengan musim haji, sehingga banyak masyarakat yang memang membutuhkan real ketika berada di mekkah.

"Banyak masyarakat menukarkan real dibandingkan dolar. Karena daripada dolar, mereka harus direpotkan lagi untuk menukar lagi. Namun, masyarakat yang menukar bisa dihitung karena ada yang memang sudah mempersiapkan sebelumnya. Serta ada juga yang menukarkan melalui travel agen," sebutnya.

Hingga Senin,  penukaran untuk 1 real seharga Rp3.950. Sementara untuk nilai ringgit hanya berada Rp3.400, sedangkan untuk dolar AS Rp14.090. Sementara itu, dikarekankan dolar AS tinggi, daya jual emas masyarakat juga tinggi dibandingkan beli. Diperkirakan meningkat hampir 30 persen dari biasanya.

"Banyak jual dari beli, karena mereka merasa bisa untung. Kalau sudah naik begini, yang keluar dari toko wajahnya akan sumringah. Tapi jika harga turun, wajah sumringah tidak ada tapi yang mengeluh banyak," ungkap salah seorang petugas Toko Emas Kirana Wati.

Terpisah, Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Pekanbaru Yulihasman menuturkan, dengan anjloknya rupiah terhadap dolar AS, tidak serta merta membuat pertumbuhan pegadaian tinggi. Karena dibandingkan tahun lalu, Pegadaian tumbuh 22 persen, sedangkan per 22 Agustus 2015, baru tumbuh 16 persen.

"Artinya untuk pertumbuhan gadai masih normal, dan pertumbuhan nasabah hanya berada di 7 persen," jelasnya.

Atas kondisi ini, diharapkan nantinya pertumbuhan ekonomi akan berubah dan meningkat. Sehingga bisa membawa dampak positif bagi masyarakat, dan negara juga bisa berkembang,"harapnya.
BI Imbau Eksportir Lepas Valas
Sementara itu, Bank Indonesia mengimbau, agar para eksportir sudah waktunya melepas atau menjual valuta asing yang dimiliki.

"Pelepasan valuta asing akan membantu menyeimbangkan nilai tukar rupiah, saya rasa sekarang sudah saatnya bagi eksportir," kata Gubernur Bank Indonesia Agus D W Martowardojo di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (24/8).

Ia menyatakan, kondisi rupiah saat ini sudah undervalue, maka harus diambil respons atas semua tindakan tersebut. Salah satunya maka dengan intervensi dari BI terhadap keseimbangan penarikan rupiah.

Sebelumnya, BI meyakini pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir hanya bersifat sementara. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (24/8) pagi, bergerak melemah sebesar 122 poin menjadi Rp14.038 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.916 per dolar AS.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, laju dolar AS menguat kembali terhadap mayoritas mata uang Asia pagi ini menyusul kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunganya pada bulan September 2015.

Reza Priyambada mengharapkan kebijakan upaya Bank Indonesia menahan pelemahan nilai tukar rupiah lebih dalam dengan beberapa kebijakannya dapat direspons positif oleh pasar sehingga rupiah tidak tertekan lebih dalam.***



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]