Riau

Pemda Jajaki Proyek Pengolahan Sagu Jadi Gula

ilustrasi

SELATPANJANG (HR)- Upaya pengembangan potensi pangan dari bahan sagu terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saat ini Bupati Kepulauan Meranti, H Irwan Nasir, bersama Dishutbun dan BPMPPT memimpin langsung penjajakan proyek pengolahan Sagu menjadi gula cair di pabrik Pakis Baru yang terletak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kepulauan Meranti, Hendra Putra, Minggu (12/7) ketika dikonfirmasi mengatakan, pengolahan sagu menjadi gula cair sangat menjanjikan, karena saat ini produk gula cair diminati pasar.

Dijelaskan Hendra, ditinjau dari sisi kesehatan, gula cair dari bahan sagu itu memiliki prospek yang sangat cerah di Indonesia, khususnya bagi Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai penghasil dan pengembang komoditi Sagu terbaik di Indonesia.

“Dari hasil kunjungan kita di pabrik pengolahan gula cair Pakis Baru di Pati, Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu, kita melihat pengolahan sagu menjadi gula cair ini ternyata sangat menjanjikan karena memang dibutuhkan pasar untuk bahan pemanis, produk herbal yang rendah kalori,” kata Hendra.

Hendra juga mengatakan, saat ini ada pengusaha glukosa yang menginginkan sagu dalam jumlah sangat besar, sebagai bahan baku pembuatan gula cair di Jawa. Namun pengusaha tersebut kesulitan mendapatkan sagu mengingat tata niaga sagu yang belum meluas.

“Pengusaha ini sudah melakukan penjajakan dengan mendapatkan sagu di Cirebon yang merupakan sagu dari Meranti. Namun belum berhasil. Oleh karena itu karena itu jika diarahkan ke Meranti tentu sangat tepat. Karenanya peluang itu dapat menjadi andalan bagi daerah kita sebagai penghasil sagu terbaik di Indonesia,” ucapnya lagi.

Diharapkan jika proyek itu nantinya dapat berjalan di Meranti, akan bisa memberikan nilai tambah bagi produksi sagu masyarakat di daerah ini, yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan para petani Sagu.

Adapun Penjajakan ini berawal dari hasil penelitian tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI yang menemukan bahwa sagu bisa diolah menjadi glukosa (gula cair) yang bernilai ekonomi tinggi.

Penjelasan mengenai manfaat lain dari sagu tersebut disampaikan tim peneliti BPPT di hadapan Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir di ruang pertemuan BPPT Jl Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dijelaskan bahwa sagu bisa menjadi alternatif bahan baku glukosa yang selama ini banyak diambil dari tapioka.

Sebelumnya Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT Ir Nenie Yustiningsih, M.Sc menjelaskan, Kepulauan Meranti merupakan produsen sagu terbesar di Indonesia bahkan mungkin di dunia.
Hal ini mengingat baru di Kepulauan Meranti tanaman sagu dibudidayakan dengan baik oleh masyarakat dan juga perusahaan,”ujarnya.(ran)



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]